![]() |
| photo from here |
Beberapa tahun
belakangan memang lagi rame banget perkara modal menikah. Antara modal uang,
modal gengsi, atau modal keberanian mental. Dibarengin banyaknya menikah dengan
resepsi yang undang sedikit orang biar lebih hangat dan intimate atau memilih
untuk menyelenggarakan akad tanpa resepsi nikah.
Enggak ada yang salah, semua kan tergantung keadaan masing-masing nggak sih? Yang menarik, beberapa hari ke belakang saya sempat dapet email dari pembaca blog ini *hiks, terharu ada yang baca. Btw kalian salah satu alasan aku akhirnya buka dan mulai nulis lagi di sini hihi* tentang keinginan dia nikah sederhana dengan jumlah undangan minimal, tapi enggak dibolehin orangtua. Orangtua pengennya pernikahan pada umumnya, di gedung dan mengundang banyak orang. Dia juga bilang tentang masalah gengsi orangtua yang ingin bikin resepsi gede-gedean.
Enggak ada yang salah, semua kan tergantung keadaan masing-masing nggak sih? Yang menarik, beberapa hari ke belakang saya sempat dapet email dari pembaca blog ini *hiks, terharu ada yang baca. Btw kalian salah satu alasan aku akhirnya buka dan mulai nulis lagi di sini hihi* tentang keinginan dia nikah sederhana dengan jumlah undangan minimal, tapi enggak dibolehin orangtua. Orangtua pengennya pernikahan pada umumnya, di gedung dan mengundang banyak orang. Dia juga bilang tentang masalah gengsi orangtua yang ingin bikin resepsi gede-gedean.
